judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

The Humble Scholes

July 3, 2013 Berita Bolaberita sepak bola

The Humble Scholes

The Humble Scholes          

Bursa Taruhan – Dia bukan – seperti yang  dikatakan kebanyakan orang – gelandang komplit. Ada beberapa hal yang Scholes tak mampu perlihatkan dengan baik. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Scholes tak dapat melakukan tackle dengan tepat.

Dia tak bisa melakukan tackle dengan posisi dan timing yang tepat, walhasil pemain idola akademi Barcelona ini sering mendapat kartu kuning dan kartu merah akibat kebiasaannya. Scholes juga jarang mengalahkan seorang pemain lawan dengan kecepatannya. Scholes juga tak memiliki stamina kuda seperti gelandang hebat lainnya. Tapi untuk semua kekurangan yang dimilikinya, tiap ada seorang gelandang yang mengeluarkan kemampuannya, mencoba show off dengan melakukan umpan jauh, umpan terobosan, tendangan dari luar kotak penalti, saya selalu mengatakan ‘Paul Scholes lebih baik dari mereka semua’. Untuk hal ini saya setuju dengan pendapat banyak orang, kami tahu kalau kami mengatakan hal yang benar. Pemain pendek dengan rambut merah yang memiliki masalah dimatanya adalah pemain Inggris terbaik dalam dua dekade terakhit. Dia adalah manusia super yang lebih hebat dari seorang manusia super sendiri, kekurangan yang dimilikinya hanya menambahkan fakta bila Scholes hanyalah manusia biasa. Dia juga punya kelemahan.

Scholes adalah pemain kesayangan fans Manchester United. Dia selalu merasa menjadi bagian dari keluarga besar Manchester United, seperti adik yang selalu menggemari tim kesayangan, begitulah komentar mereka tentang antusiasme seorang Paul Scholes. Bila pensiunnya Sir Alex Ferguson dianggap sebagai sebuah kesedihan bagi sepakbola. Kepergian Paul Scholes untuk kedua kali dan selamanya dari sepakbola juga demikian.

Salah satu penghormatan yang mengharukan tentang Scholes yang pernah say abaca adalah kalimat berikut : “Kita tahu semua hal tentang Tony Soprano dan tidak tahu sama sekali mengenai James Gandolfini. (Kemampuan Gandolfini) itulah yang disebut sebagai acting yang paling hebat.” Analogi yang pas dengan Scholes dan sepakbola. Meski kekayaan dan keterkenalan dapat datang dengan mudah, dia menepis keduanya. Sepakbola sebagai permainan sudah cukup baginya. Scholes tak pernah memiliki agen karena dia tak pernah merasa butuh untuk berurusan dengan agen. Orang yang sering dijuluki sebagai the salinger of Salford adalah seorang pria yang memilih jalan hidup sebagai orang biasa dan hanya berharap untuk bermain sepakbola. Bila dia memiliki kepribadian seperti Beckham, bisa dipastikan namanya bakal menjadi semakin abadi dalam sepakbola. Peristiwa yang lumrah karena tidak pernah ada seorang pun di dunia ini yang meragukan kemampuannya.

Fabregas menyebutnya sebagai ‘pemain terbaik di Liga Premier Inggris’, Zidane mendefinisikannya sebagai ‘musuh terberat’ dalam karir sepakbolanya yang gemilang, dan seorang Xavi juga menyebut Scholes sebagai ‘gelandang tengah terbaik selama 20 tahun terakhir’. Scholes selalu dideskripsikan oleh sesama pesepakbola sama seperti Larry David dideskripsikan oleh sesama comedian, mereka berdua punya kesamaan, selalu dianggap sebagai yang terbaik. Scholes tidak dipanggil dengan julukan ‘Sat-Nav’ karena alasan tertentu. Ben Foster dalam penuturannya yang mengejutkan pernah menyebut Scholes sebagai pahlawan sepakbola. Alasannya menjadi sebuah dongeng :

“Saat itu adalah musim pertama saya bersama Manchester United dan para pemain sedang melatih passing. Saya hanya menonton mereka, selama beberapa menit diantara latihan pribadi saya sendiri. Mereka melakukan umpan silang, 40-50 yards.”

Seseorang mengoper kepada Scholesy. Bola itu memantul sekali sebelum disentuhnya – pantulan yang sangat buruk. Scholes hanya merubah posisi tubuhnya sedikit dan dalam kedipan mata dia menendang bola itu. Bola tendangannya tidak meluncur dengan jelek, bolanya meluncur seperti peluru, empat kaki diatas tanah selama 50 yards berikutnya dan Giggs serta siapapun tidak bergerak. Mereka hanya melihat sejenak lalu melanjutkan latihannya lagi.

Aku berkata : “Wow .. apakah kalian lihat tendangan tadi?” pada pelatih kiper yang saat itu dijabat Tony Coton. Dia tak melihat tendangan tersebut, posisinya saat itu membelakangi Scholes. Dia tak dapat melihat siapa yang menendang bola. Tidak mungkin dia tahu karena aku belum mengatakan tendangan siapa yang luar biasa. Tony Coton tanpa berbalik, hanya menyahut : ‘tendangan Scholes bukan? Paul Scholes adalah jenius sepakbola. Pele pun pernah mengatakan ‘aku akan mencetak lebih banyak gol bila Scholes bermain disampingku’. Well, Scholes adalah pribadi yang langka. Bakat yang dimilikinya tak kalah dengan Galactico manapun yang pernah dibeli Madrid, tapi kepribadiannya yang rendah hati dan apa adanya sangat jarang ditemui di dunia sepakbola saat ini. dan kita harus bersedih karena pemain ini telah resmi meninggalkan dunia sepakbola. Tongkrongan Bola