judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Pemain Terbaik Berstatus Free Transfer

June 26, 2013 Berita Bola

transfer-rumours

Pemain Terbaik Berstatus Free Transfer

Tongkrongan Bola – Sejak peraturan Bossman diterapkan, pemain yang habis masa kontraknya bisa pindah ke klub lain tanpa biaya sepeserpun alias gratis. Tak peduli dia pemain bintang atau pemain semenjana, berikut saya hadirkan beberapa pemain berstatus free transfer yang sukses di klub barunya.

Luis Enrique – Real Madrid ke Barcelona 1996

Saat mencari seorang Luis yang paling terkenal saat bermain bagi Barcelona dan Real Madrid, tentu saja hanya satu Luis yang menjadi pemenangnya. Kenangan kita saat ada kepala babi melayang di lapangan Camp Nou ke arah Luis Figo oleh fans saat kepindahannya ke ibukota Spanyol di tahun 2000 menunjukkan peristiwa paling ikonik dan momen yang paling luar biasa dalam perjalanan sejarah el classic. Peristiwa yang menggambarkan kebencian dari kedua klub dengan begitu jelas, insiden yang melibatkan perang provokasi dari kedua belah pihak, menimbulkan geleng-geleng kepala bahkan sampai sekarang.

Pertistiwa pelemparan kepala babi adalah sesuatu yang luar biasa karena Luis Figo bukanlah pemain pertama yang menyebrang diantara rivalitas kedua klub. Dia bahkan bukanlah Luis pertama yang pindah dalam rivalitas kedua klub besar itu. Satu-satunya perbedaan utama kepindahannya dengan Luis Enrique adalah Enroque datang dengan status free transfer pada tahun 1996. Sedangkan Figo pindah ke Madrid setelah menjadi pemain termahal sepanjang sejarah. Luis Enrique juga tak pernah merasa kerepotan saat dia diteriaki “Hijo de puta” oleh pendukung Madrid saat dia bertandang ke Bernabeu.

Luis Enrique mungkin adalah seorang defender/ gelandang/ striker terbaik dalam kurun waktu tersebut, tak mempunyai afiliasi dengan Barcelona. Dia lahir di Asturias dan memulai karirnya lewat klub lokal di daerahnya, Sporting Gijon sebelum bermain bagi Real Madrid di tahun 1991. Enrique menghabiskan lima tahun di Madrid dan bahkan mencetak gol keempat dalam kemenangan Real Madrid di el classico 1994-1995 dengan skor 5-0. Patut dicatat, perayaan golnya ke gawang Barcelona berlangsung sangat liar. Di musim itu Real Madrid berhasil memenangi gelar la liga pertama dalam lima tahun terakhir.

Perayaan gol yang liar tak menurutkan langkahnya saat meninggalkan Madrid dan bergabung dengan Barcelona di tahun 1996. Dia bergabung dengan Barcelona dan menjadi bagian dari kesuksesan tim Catalan selama delapan tahun sebelum pensiun di tahun 2004. Kepindahannya ke Barcelona membuat kemarahan warga Madrid. Saat kedua klub bertemu di tahun 1997, Marca membuat pernyataan yang sangat jelas, Enrique adalah “pengkhianat .. dan kita semua tahu apa yang terjadi pada mereka”. Yah, tentu kita semua tahu apa yang terjadi pada mereka – mereka mempermalukan Bernabeu dengan mencetak gol. Mungkin hal yang paling menyakitkan adalah Enrique dapat bermain pada pertandingan itu. “Saya merasa bahwa dia adalah pemain yang tak dapat dipercaya kehebatannya, dia pria dengan semangat yang jarang ditemui pada orang lain,” kata Sir Bobby Robson, salah satu manajer Enrique di Barcelona “Enrique dapat menambal lubang dalam permainan kami dan dia selalu menampilkan performa yang luar biasa.” Gol melawan Madrid adalah peristiwa yang biasa dan Luis Enrique memang menyukainya, apalagi gol itu dirayakan dengan mencium logo Barcelona, kapanpun saat dia mencetak gol melawan klub lamanya (padahal dia bukanlah orang Catalan). Tindakan itu masih ditambah dengan  pernyataan pada press bahwa dia bahagia tumbuh dan berkembang di kota yang terbuka seperti Barcelona. Dalam  bukunya Morbo : The Story of Spanish Football, Phil Ball memberi keterangan, Enrique pernah berkata “bangga menjadi seorang Cule di Bernabeu lebih dari siapapun.”