judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Masa Lalu dan Masa Depan Ryan Giggs

June 28, 2013 Berita Bolaberita sepak bola

2023_1308.tif

Masa Lalu dan Masa Depan Ryan Giggs

Tongkrongan Bola – Musim depan mungkin bisa menjadi musim terakhir Ryan Giggs sebagai pemain. Tapi pengaruh pemain asal Wales di Old Trafford tak daapt disepelekan setelah klub kehilangan Sir Alex Ferguson yang pensiun. Meskipun Giggs yang berumur 40 tahun bulan November depan, mungkin akan sedikit bermain sebagai starter dalam arahan David Moyes, tapi dia memegang kunci penting transisi yang akan dialami oleh Manchester United.

Telah diketahui oleh umum bahwa Giggs adalah satu-satunya pemain yang mengikuti rapat uang diadakan antara Ferguson dengan penerusnya di bulan Mei, setelah Moyes dipastikan mengambil alih tampuk kepemimpinan Old Trafford. Sebagai satu-satunya pemain yang pernah meraih 13 gelar Liga Premier Inggris dibawah arahan Ferguson, dia adalah figure yang paling dihormati di ruang ganti. Pemain berusia 39 tahun akan menjadi elemen krusial antara manajer baru dan pemain lama – terutama setelah perginya Mike Phelan dan Eric Steele, juga Renee Maulesteen. United akan selalu meneruskan tradisi yang telah dibawa oleh Sir Alex, tapi dengan kedatangan Moyes yang membawa staff kepelatihannya sendiri, peran pemain senior seperti Giggs, Rio Ferdinand, dan Michael Carrick akan menjadi lebih penting, Dari semua suara positif mengenai kedatangan Moyes – dengan pemain-pemain yang sepakat kalau sudah tidak sabar bermain dibawah asuhan Moyes – tak dapat memungkiri fakta bahwa dia akan memasuki klub yang dipenuhi oleh para juara.

Mereka telah menjalani musim-musim penuh kesuksesan dibawah arahan Ferguson – dengan kombinasi pemain muda seperti Paul Scholes, Garry Neville, dan Giggs di masa lalu serta peran pemain berpengalaman macam Cantona dan Schmeichel. Sementara itu pencapaian Moyes di Everton telah mengundang respek dari berbagai pihak dan Ferguson dengan cepat menetapkan dia sebagai peneurnya. Tapi orang Skotlandia itu datang menangani tim dengan tekanan yang lebih tinggi daripada di Everton. Jadwal pertandingan di pekan-pekan awal musim depan akan melibatkan Chelsea, Liverpool, dan City. Banyak yang menganggap Moyes tak perlu dinilai dari kinerjanya di pekan-pekan berat tersebut. Tapi anggapan orang banyak akan berubah dengan cepat seiring munculnya pertanyaan dari para pemain mengenai Moyes. Pada saat inilah peran pemain seperti Ryan Giggs dapat menjadi krusial bagi Moyes. Pemain dengan gelar liga Inggris terbanyak pasti mengetahui ada beberapa pertandingan yang tak berjalan seperti perkiraan. Dia telah memiliki cukup pengalaman untuk mengetahui bahwa perlu mundur selangkah sebelum meloncat dalam dua langkah sekaligus.

Giggs termasuk dalam skuad yang dilabeli sebagai pecundang saat kalah dari Leeds dalam perburuan gelar juara liga tahun 1992, juga pemain yang termasuk dalam kesuksesan melakukan back-to-back gelar liga premier Inggris dan gelar double pertama klub di tahun 1994. Giggs juga termasuk pemain yang mendengarkan ocehan Alan Hansen yang terkenal : “you’ll never win anything with kids”. Giggs termasuk dalam saksi hidup treble 1999 yang sempurna dan hattrick gelar liga inggris setelahnya. Menjadi salah satu pemain yang meilhat skuad Ferguson mendapat hadangan berat dari datangnya Wenger, the invincibles, serta Roman Abramovich dan Sheikh Mansyur sebagai penantang Manchester United dalam meraih gelar. Dengan pengalamannya yang begitu banyak, serta kedatangan pemain-pemain baru yang diincar seperti Thiago Alcantara, atau Cristiano Ronaldo yang dapat menaikkan moral supporter. Gigs tahu bahwa dia takkan memiliki kesempatan bermain yang besar. Apalagi melihat dia sedang mengikuti kursus kepelatihan UEFA A, sudah menjelaskan arah mana yang akan dituju oleh Giggs. Suatu saat dia mungkin bisa menangani Manchester United sebagai manajer setelah menjadi asisten David Moyes.