judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Bola Online Efek Domino Rooney

July 28, 2013 Berita Bolaberita sepak bola

Efek Domino Rooney

Efek Domino Rooney

Bola Online – Semua debat dan diskusi dengan situasi yang dialami Wayne Rooney sekarang sebenarnya dimulai beberapa bulan yang lampau. Tepatnya pada awal musim semi lalu, beberapa saat menjelang tumbangnya Manchester United melawan Real Madrid, saat Sir Alex Ferguson sudah membuat sebuah kesimpulan.

Kesimpulan yang dibuat Sir Alex saat itu bukan mengenai masa depan Rooney, tapi hanya mengenai nasib seorang pemain dianggap sebagai masa depan Manchester United. Meski Rooney sudah berusia 27 tahun dan sedang memasuki masa puncaknya sebagai pemain sepakbola, dia juga menjadi pemain yang dapat dijual. Jadi menurut sumber ESPN, Ferguson pergi mendatangi mantan CEO David Gill dan berkata padanya bahwa Manchester United sudah melihat masa-masa terbaik seorang Wayne Rooney di Old Trafford. Merupakan waktu yang tepat untuk menjualnya dan memberi angin segar perubahan di lini depan. Satu orang lain yang memiliki pengaruh besar di Manchester United pernah mengatakan. “Waktu Wayne disini telah lebih lama daripada Eric Cantona, Andy Cole, Ruud van Nistelrooy, dan Ole Gunnar Solskjaer. Setiap orang memiliki masanya sendiri.”

Kendati manajer baru Manchester United David Moyes terlihat tak memiliki pendapat yang sama dengan Ferguson dan kawan-kawan, dan dia mengatakan secara aktif bahwa Rooney akan bertahan di Old Trafford, situasi saat ini agak membingungkan bagi skuad. Pertama, mantan manajer telah mengatakan dengan jelas tanpa keraguan sedikitpun bahwa Rooney akan meninggalkan Old Trafford. Meskipun kita tak boleh menganggap bahwa Fergusonlah yang memaksa Rooney untuk pergi, rumor tersebut juga bukan merupakan aksi yang dilakukan oleh Rooney. Kedua, adalah beberapa pihak yang setuju dengan keputusan pria Skotlandia berusia 71 tahun tersebut. Bahkan bila Rooney belum habis sebagai seorang pemain elit dan dia akan menyajikan aksi lebih banyak di dunia sepakbola, tampaknya anggapan bahwa dia akan melakukan aksi hebat tersebut bukan di Old Trafford lebih masuk akal. Jika anda mencermati aksi Rooney dari remaja di Everton hingga menjadi pemain United bernomor 10, anda juga akan merasa sedikit setuju dengan premis tersebut.

Meskipun Rooney pernah terlihat sebagai salah seorang pemain muda terpanas beberapa tahun lalu, bahkan dia mengalahkan pamor Cristiano Ronaldo di Euro 2004, dia telah menghabiskan hanya satu musim sebagai bintang utama Manchester United, sisa musim lainnya dia memberikan pelayanan bagi pemain Portugal tersebut. Kenapa dia sampai harus menjadi pelayan bagi pemain utama tim? Entah bagi Ronaldo, Berbatov ataupun van Persie? Ini karena Rooney sendiri tak pernah menunjukkan tekad dan keinginannya untuk menjadi pemain yang paling dominan dalam tim. Dia tak pernah mereplikasi tekad dan kemauan yang ditunjukkannya seperti saat melawan Perancis di Euro 2004. Sekarang dia sudah delapan tahun bersama Manchester United, dan seperti seorang pegawai yang sudah bekerja selama delapan tahun di perusahaan yang sama, dia membutuhkan awal yang baru. Sebuah siklus yang biasa dilakukan oleh pesepakbola lainnya. Namun yang terjadi adalah dilema bagi Manchester United saat Moyes dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa dia bisa mengembalikan energy Rooney di Old Trafford. Mengembalikan seorang Wayne Rooney yang dulu selalu tampil energik memborbardir lawan dengan gerakan tanpa bola yang bagus dan berkeliaran seperti tawon yang tak kenal lelah mencari celah di tembok pertahanan lawan. Namun jauh di London Barat, sepasang mata asal Portugal dan duit tak berseri dari Rusia mencermati situasi Rooney. Bola Online