Berita Bola Online Lima Manajer Terburuk di Liga Premier

October 25, 2013 Berita Bolaberita sepak bola

Lima Manajer Terburuk di Liga Premier

Lima Manajer Terburuk di Liga Premier

Berita Bola Online – Kita akan melihat manajer-manajer yang gagal dalam membuat perubahan untuk klubnya di Liga Premier Inggris. Menjadi seorang manajer sepak bola sering disebut sebagai ‘pekerjaan terbaik di dunia’. Tetapi juga bisa menjadi pekerjaan yang sangat menegangkan – terutama jika Anda tidak sangat ahli dalam bidang itu! Jadi tanpa basa-basi lagi, berikut adalah lima manajer terburuk yang pernah ada di Liga Premier.

5. Egil Olsen (Wimbledon)

Pelatih asal Skandinavia itu datang ke London Selatan dengan reputasi yang besar, setelah sebelumnya berhasil bersama tim nasional Norwegia selama delapan tahun yang mempunyai rasio kemenangan sebesar 52.27 persen dari 88 pertandingan. Namun ketika datang panggilan dari Wimbledon pada bulan Juni 1999 ‘Drillo’ – sebutan Egil Olsen – kemudian mengambil pekerjaan sebagai manajer,  Wimbeldon terdegradasi di musim pertamanya. Hasil yang mengecewakan di musim 1999-2000 dimana Wimbledon juga mengalami delapan kekalahan secara beruntun.

4. Sammy Lee (Bolton Wanderers)

Pemenang Piala Eropa dua kali selama menjadi pemain di Liverpool, Sammy Lee kemudian mengambil pekerjaan sebagai manajer klub Bolton Wanderers. Para fans berharap pengalamannya sebagai pemain sepakbola akan membawa tim mereka ke level yang lebih tinggi. Namun, pekerjaan pertama ‘Litle Sams’ menjadi manajer hanya berumur pendek sebagai  Liverpuldian itu dipecat setelah menjalani 14 pertandingan pada tahun 2007. Dia bersama timnya mengalami kekalahan sebanyak setengah dari jumlah pertandingan yang telah dijalani. Lee juga terlibat perselisihan dengan kapten tim, Kevin Nolan.

3. Steve Wigley (Southampton)

Melampaui kinerja Paul Sturrock sebagai bos Southampton pada tahun 2004 jelas merupakan tugas yang mudah bagi Steve Wigley, atau malah tidak. Selama 14 pertandingan di St Mary, ia hanya berhasil meraih satu kemenangan – kalah melawan rival sekota mereka Portsmouth. Kebobolan gol di akhir pertandingan yang mengakibatkan The Saint imbang melawan Everton, dan menang melawan Arsenal. Aduh!

2. Les Reed (Charlton)

Dikenal dengan kepemimpinan manajerial terpendek dalam sejarah Liga Premier. Les Reed dipromosikan dari dalam untuk menstabilkan kapal yang tenggelam yakni Charlton Athletic 2006/07. Namun ia hanya bertahan di tujuh pertandingan, dengan kemenangan satu-satunya datang di kandang Blackburn. Ia mengakhiri karir pendeknya dengan enam kekalahan dari delapan pertandingan, yang termasuk kekalahan di kandang klub League Two, Wycombe!

1. Terry Connor (Wolves)

Terry Connor adalah mantan striker Leeds yang di anggap sebagai harapan terakhir Wolves untuk menjaga mereka untuk  bertahan di Liga Premier. Menggantikan Mick McCarthy, dimana pada pertandingan terakhir bagi klub adalah kemenangan  5-1  dari West Brom yang merupakan sebuah harapan bagi Wolves, namun tetap saja semua tidak akan menjadi mudah bagi calon manajer tersebut. Sebuah laga tandang yang berakhir imbang 2-2 atas Newcastle adalah hasil yang signifikan, tapi hal ini diikuti dengan kekalahan 5-0 oleh Fulham. Kekalahan lainnya yakni  5-0 di kandang Manchester United, menyusul kekalahan 2-0 di kandang Blackburn. Dengan menghasilkan tujuh kekalahan beruntun dan berakhir dengan hasil imbang 0-0, dan Wolves mengalami dua kali seri sebelum musim berakhir. Kepemimpinan Connor hanya berlangsung dalam 13 pertandingan, sebagaimana Wolves gagal memenangkan pertandingan tunggal saat ia bertugas. Wolves  kebobolan 33 gol dari 13 pertandingan terakhir mereka. Berita Bola Online