Agen Bola Penyelenggaraan Piala Dunia di Qatar Makin Memanas

October 20, 2013 Berita Bolaberita sepak bola

Penyelenggaraan Piala Dunia di Qatar Semakin Memanas

Penyelenggaraan Piala Dunia di Qatar Semakin Memanas

Agen Bola – Televisi Negara Qatar yakni Al-Jazeera telah melaporkan dengan sangat keras dan tajam bahwa mereka menemukan fakta yang mencengangkan bahwa Qatar memang menggaji para buruh pembangun stadion di bawah Upah Minimum Negara. Sebelumnya, para buruh telah melancarkan aksi mogok dikarenakan mereka merasa gaji mereka sangat rendah. Para buruh mau tidak mau akhirnya menghentikan aksi mogok mereka karena harus tetap membuat dapur mereka mengebul. Mereka saat ini menerima bayaran berapa pun yang diberikan pemerintah dan panitia Piala Dunia 2022 di Qatar. Hanya beberapa orang buruh saja yang kemudian akhirnya tetap melancarkan aksi mogok dikarenakan mereka adalah para sesepuh alias ketua dari para buruh tersebut.

Panitia kemudian mengimpor para pekerja asing yang bertenaga murah dan bersedia dibayar sesuai gaji yang diberikan. Panitia sudah mengatakan pada mereka bahwa anggaran untuk Piala Dunia saat ini memang sedang diperketat sehingga para pekerja hanya bisa diberikan angka sedemikian. Beberapa tenaga asing yang kemudin menjadi buruh pembangunan stadion adalah dari Nepal, Kuwait, UEA dan beberapa bahkan ada yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti; Indonesia, Malaysia, Myanmar. Kondisi mereka cukup baik memang karena diberikan tempat penginapan dan gaji mereka tidak dipotong tunjangan makan. Jadi mereka mendapat gaji bersih. Tidak terkena potongan apapun lagi.

Tetapi, masalah lain kemudian muncul yang berhubungan dengan pengerjaan pembangunan stadion ini yakni; Keamanan dan Keselamatan Tenaga Kerja. Al-Jazeera kemudian melanjutkan investigasi dan laporannya tentang Keamanan dan Keselamatan Tenaga Kerja dari hasil penelusuran kemudian terungkap bahwa sebanyak 15 pekerja sudah meninggal tahun ini akibat kecelakaan di pembangunan lokasi stadion dan sekitarnya. Jumlah yang cukup tinggi mengingat ini saja belum sampai bulan Desember. Jika dirata-rata per bulan ada 1,5 orang yang meninggal dalam setiap bulannya sampai bulan Oktober ini.

Untuk hal ini panitia menjawab bahwa keamanan dan keselamatan para buruh sudah diatur sedemikian rupa sehingga seharusnya jika para buruh mentaati Standard Operational Procedure yang berlaku hal-hal yang sedemikian seharusnya dapat dihindari. Seperti kebakaran jenggot kemudian, bahkan para pejabat negara Qatar juga menegaskan dan menekankan bahwa angka-angka dalam laporan media yakni spesifik lagi Al-Jazeera sangatlah berlebihan. Mereka menjawab hanya ada satu, dua orang yang meninggal, pun yang meninggal jika karena akibat keselamatan dan keamanan peralatan yang kurang, maka panitia serta negara akan menanggung seluruh biaya meninggalnya bahkan keluarganya pun disantuni sesuai dengan kontrak yang dijanjikan. Dalam kontrak memang disebutkan bahwa pekerja yang meninggal pada saat bekerja karena kurangnya keamanan maka keluarganya akan disantuni. Namun, masalah tentu saja tidak selesai di situ. Sungguh mengerikan apabila negara dan panitia merasa bertanggung jawab dengan cara tersebut. Kita tidak ingin hal-hal buruk lebih jauh terjadi. Jika sampai terjadi dan kemudian Piala Dunia harus dipindah dari Qatar, maka amatlah terlambat jika menyesal di kemudian hari. Agen Bola